Senin, 14 Agustus 2017

PERAN MAHASISWA UNTUK PENDIDIKAN INDONESIA

   Mahasiswa adalah orang yang belajar di perguruan tinggi, baik di universitas, institut atau akademi maupun itu swasta atau negeri. Mereka yang terdaftar sebagai murid di perguruan tinggi dapat disebut sebagai mahasiswa. Jenjang lamanya mereka kuliah berbeda-beda, ada yang 3,5 tahun, 4 tahun, bahkan ada yang 5 tahun tergantung dari diri mereka masing-masing. 

   Posisi mahasiswa di dalam kehidupan bermasyarakat sangat penting. Karena kekuatan fisik, kematangan pikiran, intelektualitas, seluruhnya sudah terdapat pada fase mahasiswa. Dengan demikian, mahasiswa mampu memliki kepekaan yang tinggi. Atau mahasiswa disebut juga sebagai agen perubahan sosial. Kepekaan mahasiswa yang paling utama di bidang pendidikan. 

   Pendidikan merupakan suatu hal yang penting pada sebuah peradaban bangsa. Karena jika suatu bangsa memiliki pendidikan yang berkualitas, mereka dapat mengoptimalkan pembangunan di negaranya. Seperti kelaparan, pengangguran, tindakan kriminal, kemiskinan, KKN, ketimpangan sosial, dan masalah lainnya dapat teratasi. 

   Namun pada kenyataannya, kondisi pendidikan bangsa Indonesia saat ini sedang terpuruk. Banyak hal yang menyebabkan kondisi pendidikan di Indonesia terpuruk. Sistem pendidikan di Indonesia tidak stabil, minimnya anggaran pendidikan, kulitas sumber daya manusia yang lemah, serta fasilitas yang kurang memadai membuat pendidikan di Indonesia jadi terhambat. 

   Sistem pendidikan di Indonesia selalu berubah-ubah setiap negeri ini berganti pimpinan negaranya. Misalkan pada saat saya SD saya menggunakan ktsp 2006, ketika SMP menjadi kurikulum 2013, kemudian SMA berubah lagi menjadi ktsp 2006. Bagaimana pendidikan di Indonesia maju jika sistemnya selalu berubah-ubah. Muridnya pun jadi menyesuaikan diri lagi dengan kurikulum yang baru. 

   Kemudian pendidikan gratis yang digadang-gadang oleh pemerintah masih berupa harapan belaka, rakyat masih ada yang harus membayar sekolah dengan harga yang tinggi dan suatu hal menyusahkan orang tua yang ekonominya menengah ke bawah membuat anak tidak bisa bersekolah. Mereka justru membantu orang tuanya bekerja. Rencana pemerintah lainnya yaitu dengan adanya otonomi pendidikan yang mengalokasikan APBD sebesar 20% untuk penyelenggaraan pendidikan, itupun masih tersendat-sendat untuk dilakukan. Tak jarang alasan yang dilontarkan pemerintah daerah seputar kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah pusat mengenai pengalokasian anggaran tersebut. Seperti halnya dengan penjelasan Pasal 49 ayat (1) UU Sisdiknas menjadi alasan bagi Pemerintah, baik Pemerintah Pusat maupun pemerintah daerah untuk tidak memenuhi alokasi 20% anggaran pendidikan dalam APBN dan APBD. 

 Suatu keterpurukan pendidikan di Indonesia seharusnya menjadi perhatian mahasiswa, terlebih lagi mahasiswa selaku orang-orang yang sedang menempuh pendidikan tinggi. Oleh karena itu, bukan saatnya mahasiswa bertindak egois, yang hanya melakukan demonstrasi atas kebijakan pendidikan di kampusnya saja. Mereka harus melihat dunia pendidikan di luar lingkungan kampus. 

   Fungsi agen perubahan sosial yang melekat pada diri mahasiswa saat ini hendaknya bukan sebatas slogan demonstrasi saja, namun suatu pemikiran terhadap permasalahan pendidikan di Indonesia. Dengan mengamalkan PFM, mahasiswa bisa membuat suatu pemikiran yang rekonstruktif dan solutif terhadap permasalah pendidikan di negara ini. Pemikiran tersebut dapat disalurkan kepada pihak terkait. Selain itu mahasiswa bisa melakukan kontrol terhadap kebijakan-kebijakan dari pemerintah dalam bidang pendidikan. Pemerintah juga seharusnya member ruang bagi mahasiswa dengan menghargai setiap pendapat yang diutarakan demi pendidikan yang lebih baik lagi. 

   Dengan menerapkan usaha-usaha tersebut, diharapkan mahasiswa dapat berperan baik dalam perubahan kualitas pendidikan di Indonesia. Agar Indonesia tidak lagi mengalami keterpurukan di bidang pendidikan. 

Nama: Evi Elissanti 
NIM  : 1105617024 
Prodi : PG PAUD 

Hallo, nama saya Evi Elissanti, berjenis kelamin perempuan. Saya lahir di Jakarta, 15 Juli 1999. Saat ini saya tinggal bersama orang tua di Jalan Balai Rakyat 1 No.25 Jakarta Timur. Saya merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Asal sekolah SMAN 22 Jakarta (RIVERSIDE). Dan saat ini saya berkuliah di UNJ. Terimakasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar